Monday, December 26, 2011

Definisi Keracunan .


Definisi Keracunan .
Keracunan ialah kesan kemasukan bahan "substance" sama ada semulajadi atau sintetik ke dalam tubuh manusia . Racun boleh memasuki tubuh melalui penelanan , penghiduan , penyerapan melalui kulit atau tersuntik ke bawah lapisan kulit ( seperti akibat sengatan serangga berbisa seperti tebuan dan kala jengking atau patukan ular kapak / tedung ) . Racun mungkin juga berpunca dari dalam badan itu sendiri . Sebagai contoh , bakteria boleh menghasilkan endotoksin , enterotoksin atau eksotoksi beracun . Penyakit ginjal , kegagalan hepar (organ hati ) dan gangguan metabolik mungkin boleh menyebabkan bahan-bahan beracun terhasil terkumpul dalam badan . Keracunan tidak terhad kepada jenis-jenis racun yang dikenali sebagai sianida dan plumbum . Kes keracunan yang dilaporkan di negara ini membabitkan penggunaan paraguat dan minyak angin yang mengandungi salisilat .
Keracunan mungkin bersifat ringan ( contohnya rasa mual atau sakit kepala ) atau berat (contohnya demam panas atau sawan ) sehingga boleh menyebabkan maut . Satu dos merujuk kepada jumlah sesuatu bahan kimia yang dapat memasuki tubuh pada sesuatu masa . Dos yang mengakibatkan keracunan ialah dos beracun atau dos toksik . Dos ambang merupakan jumlah terkecil yang menyebabkan keracunan . Jikalau jumlah sesuatu bahan kimia yang memasuki tubuh lebih daripada dos ambang , bahan kimia itu tidak akan menyebabkan keracunan . Sebaliknya , ia mungkin mendatangkan kesan yang baik seperti ubat-ubatan . Ia akan mendatangkan kebaikan sekiranya diambil mengikut dos yang betul sebagaimana disyorkan oleh doktor .
Keracunan mungkin bersifat akut atau kronik . Dalam keracunan akut , sejumlah racun yang banyak memasuki atau dihasilkan dalam badan dalam tempoh masa yang singkat (selama beberapa saat , minit , jam atau dalam masa sehari ) . Keracunan akut melibatkan keracunan makanan dan ubat-ubatan moden kerana dibuat daripada sintesis kimia . Keracunan kronik merujuk kepada keracunan yang dialami untuk beberapa hari , bulan atau tahun . Ia berpunca daripada pengumpulan sedikit demi sedikit racun yang tidak dapat dikeluarkan dengan cepat .



Berdasarkan jalur masuknya racun kedalam tubuh manusia, keracunan dibagi menjadi empat:
Keracunan melaui mulut/alat pencernaan
Gejala:
·             Mual muntah
·              
·             Nyeri perut
·             Diare
·             Napas berbau
·             Suara parau
·             Luka bakar pada daerah mulut
·             Adanya sisa racun didaerah mulut
·             Mulut berbusa
Penanganan:
·             Beri minum anti racun umum (norit, susu, putih telur, air kelapa, air mineral), jangan berikan susu jika tidak yakin akan jenis racun karena kandungan protein dalam susu dapat mempercepat penyerapan racun dalam tubuh
·             Usahakan si penderita muntah. Jangan muntahkan bila korban kejang, tidak sadar, atau menelan minyak, asam ataupun basa kuat
Keracunan melalui pernapasan
Gejala:
·             Sesak napas
·             Kulit kebiruan (sianosis)
·             Napas berbau
·             Batuk
·             Suara parau
Penanganan:
·             Bawa korban ke tempat berudara segar
·             Beri oksigen bila ada
·             Rujuk ke fasilitas kesehatan segera
Keracunan melalui kontak/penyerapan (kulit)
Gejala:
·             Kulit daerah kontak berwarna kemerahan
·             Nyeri
·             Melepuh dan meluas
Penanganan:
·             Buka baju penderita bila terkena racun
·             Bila racun berupa serbuk, bersihkan sampai bersih
·             Siram bagian yang terkena racun dengan air (minimal 20 Menit). Jangan siram kulit dengan air yang terkena soda api
Keracunan melalui injeksi/gigitan
Gejala:
·             Luka didaerah suntikan/gigitan
·             Nyeri pada daerah gigitan
·             Kemerahan
·             Perubahan warna kulit
Penanganan:
·             Tenangkan korban
·             Rujuk ke fasilitas kesehatan
·             JANGAN MEMAKAI TORNIKET!!!

Tips mencegah keracunan

Sebagian besar kasus keracunan makanan sebenarnya dapat dihindari dengan penerapan standar kebersihan yang baik dalam proses menyiapkan, menyajikan dan mengkonsumsi makanan. Dua belas tips berikut termasuk di antaranya:
· 
Masaklah semua produk daging secara sempurna. Pastikan bahwa daging terlihat matang sepenuhnya (tidak lagi merah muda).
·  Jika Anda dilayani daging setengah matang di restoran, kembalikan untuk dimasak lebih lanjut. Mintalah disajikan kembali dalam piring baru.
·  Periksa kondisi fisik dan tanggal daluwarsa produk daging kalengan dan makanan bayi. Jangan mengkonsumsi produk yang daluwarsa atau kemasannya sudah tidak berbentuk sempurna. Periksa juga kondisi makanan (bau, warna, bentuk) untuk memastikannya sebelum memproses lebih lanjut.
·  Cuci bersih buah dan sayuran sebelum dimasak atau disajikan.
·  Basuh tangan dengan sabun sebelum menangani bahan mentah yang berasal dari hewan. Basuh kembali tangan dengan sabun setelah selesai menanganinya.
·  Cegah kontaminasi silang di dapur:
§                                 Gunakan talenan berbeda untuk memotong bahan makanan hewani dan bahan makanan lainnya.
§                                 Gunakan talenan dari bahan non-kayu yang lebih mudah dibersihkan sepenuhnya.
§                                 Hati-hati agar tidak mengucurkan cairan daging yang belum dicuci ke bahan makanan lain.
§                                 Bersihkan semua talenan, meja dan peralatan dengan sabun dan air panas setelah menyiapkan bahan makanan yang berasal dari hewan.
·  Hindari mengkonsumsi susu yang tidak dipasteurisasi, telur mentah/setengah matang dan air yang tidak disterilkan.
·  Basuh tangan dengan sabun setelah memegang hewan peliharaan, memberi pakan dan membersihkan kotorannya.
·  Jangan membiarkan bahan makanan hewani (daging, ikan, susu dan telur) pada suhu kamar dalam waktu lama. Simpanlah dalam lemari es.
·  Hindari kontaminasi silang di lemari es/kulkas dengan menjauhkan penyimpanan bahan makanan hewani dengan sayur, buah dan minuman.
·  Pastikan bahwa orang-orang yang terkena diare, terutama anak-anak, mencuci bersih tangan mereka dengan sabun secara teratur untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi.
·  Jika Anda sakit diare atau muntah, jangan menyiapkan makanan bagi orang lain, terutama bayi, orang tua, dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah karena mereka lebih rentan terhadap infeksi.

No comments:

Post a Comment